![]() |
| Pengertian Analisis, Opini, Wacana |
Pengertian Analisis, Opini, Wacana
Pengertian Analisis
analisis adalah suatu cara untuk mengetahui struktur bahasa secara makna dan mendalam namun namun dalam kegiatan laboratorium kata ini digunakan sebagai memeriksa suatau zat tertentu untuk mengetahui komposisinyaatau takaran zat tesebut, Analisis juga termasuk kata serapan dari bahasa inggris yaitu analysis, jadi bisa disimpulkan bahwa analisis adalah suatu kegiatan atau cara untuk mencari dan memahami suatu penyataan atau pebuatan bahkan kegiatan tertentu.
Istilah dari kata analisis wacana sering kita dengar dari beerbgai kalangan media dan perbincangan para pejabat,petinggi Negara dan orang-orang yang memiliki inteletual tinggi, istilah ini pula sering dipakai dalam kaliamt kebahasaan untuk suatu pertemuan meskipun tidak banyak orang yang mengerti istilah ini, bahkan mereka berkata untuk apa wacan dialanilisis? Apa gunanya wacana di analisis? Bagaimana cara menganalisis wacana? Kenapa harus menganalisis wacana bukan hal lain?
Sebelum jauh-jauh sampai didimensi itu kita kupas tunts dulu analisis wacana melalui arti kebahasaannya dalam beberapa sumber
Pengertian Opini
Opini adalah sebuah ide atau gagasan dalam artian kata bahasa Indonesia tetapi ini juga termasuk dari kata serapan bahasa inggris kedalam bahasa Indonesia yaiu opinion yasng artinya adalah suatu gagasan atau ideology dari sesorang untuk sebuah konsep ataupun situasi maupun kegiatan, Meskipun bukan merupakan sebuah fakta akan tetapi jika suatu saat suatu opini dapat dibuktikan maka opini tersebut akan berubah menjadi sebuah fakta.
Opini
- Kebenarannya sebyektif
- Tidak adanya data pendukung
- Menunjukan peristiwa yang belum terjadi
- bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil suatu langkah maupun pemikiran
- acuan utnuk mengampil keputusan
Contoh dari opini
- Negeri ini sejahtera dan makmur.
- Nasi itu menyehatkan jika dimakan
- Buku itu tebal
- Komputer itu berwarna putih
- Kamu itu sangat cantik dan pantas untuk dipandang
- Laki-laki itu berkulit hitam
Pengertian Wacana
Wacana adalah suatu pernyataan atau perkataan maupun tuturan yang dapat dipahami dengan jelas, wacana berasal dari bahasa sangsakerta yaitu wac,wak,vac,yang bermakna yaitu “berkata atau berucap” lalu seiring berjalannya waktu istilah tersebut berubah menjadi kata wacana yang dengan kata “ana” diakhirannya sebagai sufiks yang atrinya membedakan.
Sebelum kita membuat atau menganalisis wacana kita harus mengetahui sebua tema atau konsep dari pada wacana tersebut , guna untuk membuat wacana ataupun konsep tidak implisit dan sangat ekplisit untuk diajdikan bahan explorasi maupun diskusi.
Wacana : sebuah percakapan khusus yang alamiah formal dan pengungkapannya diatur pada ide dalam ucapan dan tulisan ; pengungkapan dalam bentuk sebuah nasihat, risalah, dan sebagainya.(Longman Dictionary of vthe English Language)
Wacana : rentetan kalimat yang berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang lainnya, membentuk suatu kesatuan, sehimgga terbentuklah makna yang serasi diantara kalimat-kalimat itu. (J. S. Badudu 2000)
Wacana adalah komunikasi kebahasaan yang terlihat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktifitas personal dimana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya. (Hawthorn 1992)
Disini ada perbedaan padangan dalam artian wcana itu sendiri Mohammad A. S. Hikam dalam suatu tulisannya telah membahas dengan baik perbedaan paradigma analisis wacana dalam melihat bahasa ini yang akan diringkas sebagai berikut :
Pandangan pertama diwakili oleh kaum positivisme-empiris, oleh penganut aliran ini, bahas dilihat sebagai jembatan antara manusia dengan obyek di luar dirinya. Pengalaman-pengalaman manusia dianggap dapat secara langsung diekspresikan melalui penggunaan bahasa tanpa ada kendala atau distori, sejauh ia dinyatakan dengan memakai pernyataan-pernyataan yang logis, sitaksis, dan memiliki hubungan dengan pengalaman empiri. Dalam kaitannya dengan analisis wacana, konsekuansi logis dari pemahaman ini adalah orang tidak perlu mengetahui makna-makna subjektif atau nilai-nilai yang mendasari pernyataanya. Oleh karena itu, tata bahasa, kebanaran sintaksis adalah bidang utama dari aliran positivisme-empiris tentang wacana. Analisis wacana dimaksudkan untuk menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa, dan pengertian bersama.
Pandangan kedua, disebut sebagai konstruktivisme. Pandangan ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran fenomenologi. Aliran ini menolak pandangan positivisme-empirisme yang memisahkan subyek dan obyek bahasa. Dalam pandangan konstruktivisme, bahasa tidak lagi hanya dilihat sebagai alat untuk memahami realitas obyektif belaka dan yang dipisahkan dari subyek sebagai faktor sentral dalam kegiatan wacana serta hubungan-hubungan sosialnya. oleh karena itu, analisis wacana dimaksudkan sebagai suatu analisis untuk membongkar maksud-maksud dan makna-makna tertentu. Wacana adalah suatu upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari sang subyek yang mengemukakan suatu pernyataan.
Pandangan ketiga disebut sebagai pandangan kritis. Bahasa dalam pandangan kritis dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subyek tertentu, tema-tema wacana tertentu, maupun strategi di dalamnya. Oleh karena itu, analisis wacana dipakai untuk membongkar kuasa yang ada dalam setiap proses bahasa, batasan-batasan apa yang diperkenankan menjadi wacana, perspektif yang mesti dipakai, topik apa yang dibicarakan. Dalam analisis wcana kritis, wacana disini tidak semata sabgai istilah saja, pada akhirnya analisa memang menggunakan teks dan bahasa untuk untuk dianalisis. Tetapi bahasa disini agak berbeda dlam bahasa yang dianalisis.
Buka juga :
Buka juga :
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan artikel ini. Semoga bisa menjadi amal jariyah. Barakallah fikum.


No comments:
Post a Comment